4 Desember 2022
Home » Ini Dia Daftar Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Lengkap
Lama Baca :11 menit, 0 detik

Ternyata, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) itu bukan hanya Bank Syariah loh!

Ada setidaknya 9 lembaga keuangan syariah Bank dan non-Bank di Indonesia yang wajib Kamu ketahui. Berikut Kami rangkumkan semuanya secara lengkap. Selamat Membaca!

1. Bank Umum Syariah

Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Prinsip syariah tersebut diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Prinsip syariah Bank Syariah diantaranya prinsip keadilan, keseimbangan, kemaslahatan, universalisme, juga TIDAK mengandung unsur-unsur gharar (spekulasi), maysir (perjudian), riba (bunga utang), zalim, dan objek yang haram.

Bank syariah juga memiliki fungsi sosial seperti halnya sebagai lembaga baitul maal, yakni menerima dana zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya. Kemudian Bank Syariah akan menyalurkan dana sosial ini kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai dengan kehendak dari pemberi wakaf (wakif).

Dalam praktiknya di lapangan, kepatuhan Bank Syariah terhadap prinsip-prinsip syariah ini akan diawasi langsung oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Adapun produk-produk Bank Syariah yang bisa Kamu gunakan diantaranya :

a. Tabungan Mudharabah

Ketika nasabah membuka tabungan dengan akad mudharabah, uang yang ia simpan di Bank Syariah akan dikelola dan disalurkan ke dalam bentuk pembiayaan syariah dan usaha-usaha lainnya yang halal.

Dari pembiayaan dan usaha-usaha ini, Bank akan mendapatkan keuntungan yang nantinya akan dibagi-hasilkan dengan nasabah penyimpan.

Besaran bagi hasil yang diterima oleh nasabah tergantung kepada besar kecilnya proporsi modal yang nasabah setorkan dalam bentuk tabungan tadi, juga berdasarkan nisbah bagi hasil yang disepakati pada saat pembukaan rekening di awal.

Sebagai contoh kasus, misalkan nasabah membuka rekening Tabungan Mudharabah dengan proporsi bagi hasil 30:70. Jumlah tabungan yang nasabah setorkan adalah 5 juta rupiah.

Pada saat tutup buku, jumlah harta Bank Syariah adalah 110 juta, dimana 100 juta adalah tabungan mudharabah dari semua nasabah, dan 10 juta merupakan keuntungan yang diperoleh Bank.

Dari data di atas, maka keuntungan nasabah adalah 5 per 100 dikali 10 juta (keuntungan) dikali 30% (bagi hasil) = 150 ribu rupiah. Sehingga jumlah simpanan nasabah bertambah menjadi Rp 5.150.000.

b. Tabungan Wadiah

Akad yang digunakan dalam tabungan jenis ini adalah akad wadiah itu sendiri. Wadiah artinya titipan. Maka nasabah hanya menitipkan uangnya ke Bank Syariah untuk sewaktu-waktu nasabah ambil kembali ketika diperlukan.

Nasabah akan dikenakan biaya admin setiap bulannya.

Ada dua jenis akad wadiah yang biasanya ada dan ditawarkan di Bank Syariah.

1) Akad Wadiah yad Al-Amanah

Dalam jenis akad wadiah ini, nasabah tidak memberikan izin kepada Bank syariah untuk memanfaatkan dana yang disimpannya.

Bank Syariah tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan atau kehilangan uang yang dititipkannya tersebut, kecuali jika disebabkan oleh kelalaian dari pihak Bank Syariah.

2) Akad Wadiah yad Adh-Damanah

Sebaliknya, dalam akad wadiah yang ini, nasabah memberikan izin kepada Bank syariah untuk memanfaatkan dana yang disimpannya dengan syarat.

Syaratnya adalah Bank Syariah bertanggung jawab penuh jika terjadi kerusakan atau kehilangan uang yang dititipkannya tersebut.

Bedanya akad wadiah yad adh-damanah dengan mudharabah adalah di bagi hasil. Ketika Bank Syariah menghasilkan keuntungan, maka keuntungannya 100% menjadi milik Bank syariah (tidak ada bagi hasil dengan nasabah).

c. Pembiayaan Syariah

Selain menawarkan produk tabungan sebagai alat menghimpun dana, Bank Syariah juga memiliki produk-produk pembiayaan syariah sebagai alat untuk menghasilkan keuntungan.

Pembiayaan syariah yang ada diantaranya adalah pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan konsumtif.

Pembiayaan modal kerja ditujukan untuk membiayai modal kerja dari suatu usaha atau bisnis. Misalkan pembelian untuk bahan baku industri pengolahan, proyek-proyek, atau modal jasa.

Pembiayaan investasi ditujukan untuk membiayai investasi. Misal pembelian aset-aset tetap, mesin dan alat produksi, serta aset lainnya yang diperlukan perusahaan.

Terakhir, pembiayaan konsumtif diantaranya adalah pembelian kendaraan bermotor melalui kredit kendaraan syariah, dan pembelian rumah melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Syariah.

Akad-akad yang digunakan dalam produk-produk pembiayaan di atas bervariasi. Ada yang menggunakan akad mudharabah, akad musyarakah, akad Murabahah, dan akad Ijarah.

1) Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah

Pembiayaan Mudharabah mengharuskan Bank Syariah membiayai 100% kebutuhan modal yang diajukan pengusaha. Pada pembiayaan Musyarakah, Bank Syariah dan Pengusaha sama-sama mengeluarkan modal atau patungan.

Baik mudharabah dan musyarakah, keduanya merupakan akad kerja sama dengan keuntungan  bagi hasil.

2) Pembiayaan Murabahah

Pembiayaan dengan akad murabahah sejatinya adalah akad jual beli. Pada akad murabahah, Bank Syariah bertindak sebagai penjual dan nasabah bertindak sebagai pembeli. Akad murabahah adalah akad jual beli dengan keuntungan diketahui.

Awalnya, nasabah menjelaskan kebutuhannya kepada Bank. Kemudian, Bank Syariah membelikan barang yang dibutuhkan nasabah. Setelah barang yang dipesan dimiliki Bank Syariah, barulah Bank Syariah mengadakan akad Murabahah dengan nasabah.

Dalam akad Murabahah, Bank Syariah dan nasabah sama-sama mengetahui harga pokok, harga jual, dan keuntungan yang diambil Bank Syariah. Pelunasan oleh nasabah bisa dilakukan dengan cash, cash bertahap, atau cicilan bulanan.

Pembiayaan Murabahah sangat populer di Bank Syariah. Akad ini biasanya digunakan untuk pembelian barang elektronik, kendaraan bermotor, bahkan KPR Syariah.

3) Pembiayaan Ijarah

Ijarah adalah akad sewa menyewa, dimana nasabah sebagai pihak yang menyewa dan Bank Syariah sebagai pihak yang menyewakan.

Contoh akad Ijarah pada Bank Syariah ada di KPR Syariah. Akad Ijarah yang digunakan adalah jenis akad Ijarah muntahiyah bit Tamlik (IMBT).

IMBT adalah akad ijarah yang di dalamnya ada janji penyerahan objek yang disewa kepada penyewa setelah berakhirnya akad ijarah.

Setalah akad IMBT dilakukan, Bank Syariah akan membelikan rumah yang dipesan nasabah. Selanjutnya nasabah menyewa rumah tersebut selama waktu yang disepakati. Ketika waktu kesepakatan berakhir, maka akan dilakukan akad kedua.

Akad kedua ini bisa berupa akad hibah, atau akad jual beli biasa dengan nominal tertentu, sebagai janji yang harus ditunaikan Bank Syariah ketika akad IMBT di awal.

2. Unit Usaha Syariah Bank Konvensional

Tidak hanya Bank Syariah, diantara Bank konvensional juga ada yang ikut menyelenggarakan jasa perbankan syariah. Caranya yakni melalui pendirian unit usaha syariah (UUS) di kantornya.

Produk-produk keuangan di UUS juga hampir sama dengan produk-produk yang ditawarkan oleh Bank Umum Syariah. Diantara produknya ada tabungan mudharabah, tabungan wadiah, dan pembiayaan syariah.

Dikarenakan UUS masih merupakan bagian Bank Konvensional, maka keuntungan yang diperoleh UUS akan menjadi keuntungan bagi Bank yang menaunginya.

Namun jangan khawatir, tata kelola keuangan UUS tetap diawasi oleh DSN-MUI sehingga dipastikan semua produk dan layanannya tetap patuh dan sesuai dengan prinsip syariah.

3. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) merupakan sebuah bank yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara pemilik dana dan mereka yang membutuhkan dana.

Tujuan didirikannya BPRS adalah agar institusi perbankan syariah bisa lebih dekat lagi ke masyarakat. Lokasi kantornya yang lebih dekat ke warga memang agar masyarakat bisa cepat dan lebih mudah lagi menggunakan produk-produk keuangan syariah.

Target utama BPRS adalah para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum terjangkau oleh layanan perbankan umum syariah.

BPRS menjalankan operasionalnya berdasarkan prinsip syariah. Penghimpunan dan penyaluran dana di BPRS menggunakan sistem bagi hasil sehingga terbebas dari Riba.

Untuk kegiatan penghimpunan dana, BPRS menyediakan produk tabungan dan deposito dengan pilihan akad mudharabah dan wadiah.

Sedangkan dalam menyalurkan pembiayaan kepada para nasabahnya, BPRS menggunakan akad Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, Ijarah, juga akad Salam, Istishna’, dan Qardh.

Akad Salam adalah akad jual beli barang dengan cara pemesanan sesuai kriteria tertentu dimana
pembayaran dilakukan di awal secara penuh sebelum barang diberikan (Pembayaran di muka 100%).

Akad Istishna‘ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli) dan penjual (pembuat).

Akad Qardh adalah akad peminjaman (utang-piutang) dimana jumlah dana yang dikembalikan berjumlah sama dengan jumlah dana yang dipinjam. Akad Qardh di BPRS sifatnya untuk tolong menolong (tabaru).

4. Pegadaian Syariah

Pegadaian Syariah merupakan unit usaha dari PT Pegadaian (Persero). Dalam menjalankan usahanya, pegadaian syariah menyediakan produk gadai yang sesuai dengan prinsip syariah.

Produk-produk Pegadaian Syariah sudah sesuai dengan fatwa MUI dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN).

Bedanya pegadaian syariah dengan pegadaian konvensional ada di akadnya. Pegadaian konvensional akadnya hutang piutang. Peminjam dikenakan sewa modal sebesar 0,75% per 15 hari.

Dari namanya saja ‘sewa modal’, artinya peminjam diwajibkan bayar sewa (imbalan) atas modal (uang) yang telah diberikan. Dengan kata lain pegadaian konvensional meminta tambahan atas uang yang dipinjamkannya (Riba).

Sementara di pegadaian syariah, ada 2 akad yang dijalankan. Pertama akad Rahn. Kedua akad Ijarah. 

Rahn sendiri artinya adalah jaminan utang. Peminjam berhutang kepada Pegadaian Syariah dengan menjaminkan barang miliknya. Barang jaminan tersebut disimpan oleh Pegadaian Syariah sampai peminjam melunasi hutangnya.

Setelah lunas, barang jaminan tadi dapat diambil kembali oleh peminjam. Jumlah uang yang dikembalikan sama dengan jumlah uang yang dipinjam, jadi tidak ada tambahan atau Riba.

Namun, karena barang milik peminjam disimpan di tempat Pegadaian Syariah, maka Pegadaian Syariah meminta sewa atas jasa penyimpanan dan pemeliharaan aset. Akad sewa ini menggunakan akad ijarah. Biaya ijarah dihitung per 10 hari.

Jangka waktu pelunasan maksimal untuk gadai syariah adalah 120 hari atau kurang lebih 4 bulan. Namun, Kamu juga bisa melunasi hutang lebih cepat dari 4 bulan tadi tanpa ada tambahan denda sedikit pun.

Jika Kamu tidak mampu melunasinya, maka pegadaian syariah akan melelang barang yang  telah dijaminkan sebelumnya.

Pegadaian syariah memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan Bank Syariah. Prosesnya yang lebih cepat dengan syarat yang lebih mudah membuat pegadaian syariah bisa menjadi solusi bagi seseorang yang sedang membutuhkan dana cepat.

Jadi tunggu apa lagi, butuh dana cepat? mening ke pegadaian syariah aja!

5. Multifinance Syariah

Perusahaan multifinance syariah adalah perusahaan yang memberikan jasa pinjaman dana kepada debitur untuk memperoleh suatu barang atau jasa secara syariah.

Pada umumnya, perusahaan multifinance
syariah menyediakan pelayanan, seperti pembiayaan investasi, pembiayaan jual beli, dan pembiayaan jasa.

Contoh kegiatan pembiayaan syariah antara lain pembiayaan investasi barang modal seperti mesin, alat berat, peralatan elektronik, serta pembiayaan jual beli untuk kebutuhan konsumtif seperti kendaraan bermotor.

Perusahaan Multifinance juga diberi kesempatan untuk melakukan pembiayaan proyek infrastruktur serta menjadi penyalur kredit program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berbeda dengan bank, perusahaan multifinance tidak melakukan penghimpunan dana secara langsung dari masyarakat seperti tabungan, giro, atau bentuk simpanan lainnya.

Aturan tersebut diatur dalam peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) No. 10/POJK.05/2019 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah dan Unit Usaha Syariah Perusahaan Pembiayaan.

Akad-akad yang digunakan di perusahaan Multifinance Syariah diantaranya akad Murabahah dan akad Musyarakah Mutanaqishah (MMQ).

Akad Musyarakah Mutanaqishah adalah akad kerjasama antara dua belah pihak atas kepemilikan suatu aset atau modal, dimana porsi kepemilikan satu pihak berkurang disebabkan pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya.

6. Modal Ventura Syariah

Modal ventura merupakan sebuah skema pembiayaan yang berupa penyertaan modal kepada nasabah atau perusahaan swasta yang menjadi perusahaan pasangan dengan jangka waktu yang disepakati.

Modal ventura syariah berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi Islam dengan penyertaan modal yang menggunakan skema bagi hasil. Pada umumnya akad yang digunakan adalah akad Mudharabah atau Musyarakah Mutanaqishah.

Modal ventura biasanya memberikan pembiayaan pada sektor perusahaan dagang atau jasa.

7. Fintech Syariah

Fintech (Financial Technology) merupakan sebuah inovasi yang berkembang di industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi.

Fintech Syariah sendiri hadir untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan memberikan layanan pembiayaan dan pendanaan sesuai ketentuan syariah.

Untuk pembiayaan syariah, Fintech Syariah mempunyai layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending. P2P Lending merupakan layanan pinjam meminjam uang secara langsung antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman melalui aplikasi atau platform online sesuai dengan akad syariah.

Di dalam melakukan kegiatannya Fintech Syariah mengedepankan penerapan prinsip syariah yang terbebas dari 3 hal yaitu maysir, gharar, dan riba.

Tansaksi antara investor, perusahaan fintech syariah, dan peminjam, dilakukan dengan menggunakan akad kerjasama (syirkah) bagi hasil, sehingga terbebas dari Riba.

8. Baitul Maal wa Tamwil (BMT)

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) adalah salah satu lembaga keuangan mikro syariah yang ada di Indonesia. BMT ini memiliki dua fungsi, yaitu fungsi sosial (baitul maal) dan fungsi keuangan (baitut Tamwil).

Baitul Maal BMT menjalankan fungsinya dengan  menghimpun dan menyalurkan dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf kepada anggotanya atau masyarakat lainnya.

Baitut Tamwil BMT menjalankan fungsinya dengan memberikan layanan keuangan dengan akad-akad syariah kepada anggota dan masyarakat lainnya. Layanan keuangan ini berupa pembiayaan mikro baik untuk usaha produktif maupun konsumtif.

Saat ini ada 2 jenis bentuk BMT di Indonesia. Pertama adalah bentuk Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) yang berada di bawah pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM. Dan bentuk kedua adalah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Akad-Akad yang ada di BMT diantaranya adalah akad Murabahah, Wakalah, Musyarakah, Qardhul Hasan, Ijarah, dan Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT).

9. PNM Syariah

PT Permodalan Nasional Madani yang didirikan pada tanggal 1 Juni tahun 1999 merupakan lembaga keuangan khusus yang didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan jasa pembiayaan untuk koperasi, usaha kecil dan menengah.

PNM memiliki 2 (dua) unit usaha syariah yaitu Mekaar Syariah dan Ulaam Syariah yang sudah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Secara umum Mekaar Syariah merupakan layanan pemberdayaan berbasis kelompok yang ditujukan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Sedangkan Ulaam Syariah merupakan layanan pembiayaan modal kerja kepada para pelaku usaha mikro dan kecil, serta memberikan layanan pengembangan kapasitas usaha bagi pelaku usaha.

Akad yang digunakan oleh Mekaar Syariah dan Ulaam Syariah diantaranya adalah akad Murabahah dan Wakalah. Tertarik?

Demikianlah daftar lembaga keuangan syariah yang ada di Indonesia lengkap. Ada begitu banyak pilihan lembaga keuangan syariah di Indonesia yang bisa Kamu pilih agar dapat terhindar dari transaksi Riba dan haram.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga informasi pada artikel ini dapat menambah wawasan Kamu. Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya.

 

Redaksi

 

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *